Aku tahu, hidup di dunia ini, kita harus punya banyak alternatif.
Tapi, saat ini, aku hanya ingin fokus pada satu alternatif. Apa aku salah?
Aku hanya menganggap alternatif-alternatif lain itu sebagai cambuk, agar aku berhasil menjalani alternatif yang satu itu.
Tapi, caramu mengungkapkan alternatif-alternatif cambukan itu... kenapa seperti ada nada pesimis?
Kau tidak yakin bahwa aku akan bisa menggenggam alternatif yang satu itu?
Atau, hanya aku saja yang salah interpretasi? Apakah aku ini masih terlalu pengecut untuk menerima cambukan-cambukan itu?
Entahlah...
Tampilkan postingan dengan label persepsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label persepsi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 02 Juni 2012
Alternatif yang Satu ITU
Selasa, 13 Desember 2011
Beautiful Fake
Harus ku apakan bunga plastik yang sudah terlanjur ada di ruang pribadiku?
Aku tak ingat kapan tepatnya aku menemukannya, dan di mana. Tapi, tentu saja aku ingat siapa yang menjatuhkannya. Entahlah, saat itu aku hanya memungutnya, menyelamatkan bunga plastik itu agar tak terinjak-injak. Sama sekali tidak ada niatku untuk mengembalikannya ataupun membuangnya ke tempat sampah. Ya, aku sendiri yang memasukkannya ke ruang pribadiku.
Bodohnya aku yang pernah memperlakukan bunga plastik itu layaknya bunga sungguhan: memupuk dan menyiraminya. Sampai sehari setelah kiamat pun, bunga plastik itu tetaplah bunga plastik, tidak akan berubah wujud menjadi bunga sungguhan.
Belakangan ini, aku sudah lumayan berhasil mengerem perilaku konyolku itu. Tapi masih saja aku membiarkan bunga plastik itu mengisi pojok ruang pribadiku. Aku masih belum bisa mengambil keputusan. Aku tahu, bunga plastik itu hanya menghabiskan space di ruang pribadiku, tanpa banyak manfaat bagiku. Namun bunga plastik itu juga masih terlalu indah untuk kupindahkan ke tong sampah.
Hmph.
Lama kupandangi bunga plastik itu. Beautiful fake. Tak ada sedikitpun aroma yang ia tebarkan untuk ruang pribadiku, meski eksistensinya mampu memanjakan indera visualku.
Apakah sebaiknya kukembalikan saja bunga plastik itu kepada orang yang telah menjatuhkannya?
Tapi bagaimana...? Bahkan selama ini aku sering dilanda rasa takut, takut ketahuan bahwa aku menyimpan bunga plastik itu.
Bagaimana kalau kamu beralih saja ke bunga sungguhan? Ya... Tanamlah sendiri bunga itu. Rawat ia dengan hatimu. Rawat ia agar ia jadi bunga yang cantik warnanya, harum aromanya. Jadi bunga yang cantik, hanya untuk DIA...
Rabu, 26 Oktober 2011
..:masih manusia:..
lagi-lagi...
frasa ini aku teriakkan berkali-kali
"AKU INI MANUSIA"
aku manusia
yang sering lupa dan salah
yang punya nilai lebih,
tapi masih banyak pula kurangnya
aku manusia
yang sering lupa
maka aku sangat berharap
kalian s'lalu ingatkan aku
bahwa aku manusia
dengan tidak mendramatisir
sesuatu yang menurut kalian
merupakan kelebihanku
kalian tahu?
aku hanya ingin tak terlenakan
hingga jadi abai dan congkak
tolong...
tolong...
jangan lenakan aku.
frasa ini aku teriakkan berkali-kali
"AKU INI MANUSIA"
aku manusia
yang sering lupa dan salah
yang punya nilai lebih,
tapi masih banyak pula kurangnya
aku manusia
yang sering lupa
maka aku sangat berharap
kalian s'lalu ingatkan aku
bahwa aku manusia
dengan tidak mendramatisir
sesuatu yang menurut kalian
merupakan kelebihanku
kalian tahu?
aku hanya ingin tak terlenakan
hingga jadi abai dan congkak
tolong...
tolong...
jangan lenakan aku.
Minggu, 09 Oktober 2011
Beauty Everywhere
Menurutku...
Keindahan itu ada di mana-mana..
Karena semua dicipta oleh Yang Satu,
Yang Maha Indah dan Suka Keindahan
Maka, jangan terlalu cepat
Berkata "Ini jelek!"
Karena mungkin saja
Indera kita belum mengenali
Keindahan itu...
:)
Keindahan itu ada di mana-mana..
Karena semua dicipta oleh Yang Satu,
Yang Maha Indah dan Suka Keindahan
Maka, jangan terlalu cepat
Berkata "Ini jelek!"
Karena mungkin saja
Indera kita belum mengenali
Keindahan itu...
:)
Kamis, 18 Agustus 2011
Cozy Room
Sejak nonton film Harry Potter and the Deathly Hallows part 1, saya tertarik sama kamarnya Hermione walau di film itu cuma muncul beberapa detik. Soalnya, dari gambar yang sekilas ditampilkan itu, sudah jelas kalau kamarnya emang bagus, rapi.
Saya pun mencoba mencari-cari gambarnya di internet. Tapi susah banget ketemunya.
Kamarnya beneran bagus... Nih, gambarnya nih...
Warna temanya itu lho: ungu.
Actually, aku bukan orang yang fanatik terhadap warna tertentu. Kalau warnanya emang bagus, ya aku bilang bagus.
Aku suka warna ungu di kamar itu. Rasanya tegas tapi nggak mencolok mata 'n nggak norak. Setting kamarnya juga bagus =)
~just a random post~
Minggu, 31 Oktober 2010
Sisi Lainmu
Dipayungi awan mendung dan diliputi angin semilir, aku membagi cerita tentangmu dengan orang yang kupercaya. Tentangmu? Tidak, tidak, bukan tentangmu. Lebih tepatnya, tentang apa yang aku rasa kepadamu. Tentang sikap-sikapmu yang menghisapku pada rasa itu.
"Beberapa waktu yang lalu, aku sering memergokinya sedang melekatkan pandang padaku. Itulah awal rasa ini muncul."
"Aku rasa, dia itu seperti punya rasa untuk aku. Dia pernah memaksaku sibuk berSMS. Padahal aku bukan tipe orang penggila SMS. Dia pernah mengirimiku SMS tak-penting-tapi-menyiratkan-perhatian. Padahal dia terkenal sebagai orang yang tak peduli. Dia pernah mengisikan namanya pada daftar missed call di handphoneku, untuk alasan yang aku tak tahu pasti."
"Namun aku, yang sudah terlanjur percaya diri bahwasanya dia ada rasa untukku, ingin menghapus percaya diri ini. Ingin memecahkan balon udara keGRan-ku sebelum balon ini mampu menyesatkanku di kepungan awan."
Lalu, orang kepercayaanku itu pun berkisah... Banyak tentangmu yang ia haturkan kepadaku... Kamu yang sama sekali tidak peduli pada seorang perempuan yang sampai sekarang masih menantimu... Kamu yang merasa tertekan oleh candaan teman-teman di sekolah... Kamu yang memang sepertinya tidak bisa menjaga jarak dengan perempuan, sehingga tanpa kau sadar, kau telah mencabik hati perempuan itu... Dan sisi lainmu, tentang masa lalumu yang kelam: karamnya pesiar rumah tangga orang tuamu...
Sungguh, demi mendengar kisahmu yang terakhir ini, aku terkejut. Di balik pribadimu yang seperti itu, ternyata kau memiliki sisi lain. Sisi yang membuatku benar-benar bersimpati kepadamu. Simpati yang murni, asli, bukan kiasan dari merah jambunya hati lagi. Aku jadi kasihan sama kamu.
Mungkin kau memang dapat menunjukkan bahwasanya kau tegar, kau baik-baik saja terombang-ambing sendirian di samudra kehidupan. Namun, aku yakin bahwasanya jauh di nuranimu yang terdalam, ada berjuta rasa kecewa, takut, marah, dan lelah.
Aku [sungguh] kasihan sama kamu...
*Dan rasaku untukmu sudah mulai mendekati darat lagi... sudah dalam proses menuju kenormalan...
Label:
cinta teman,
kecamuk,
love,
mutiara cinta,
persepsi
Selasa, 10 Agustus 2010
Persepsi
Di postingan kali ini, saya tidak akan berpanjang kata... Saya hanya akan mengupload beberapa gambar yang berkesinambungan dalam sebuah cerita... Bisa dibilang komik bisu lah...
Saya minta, siapapun yang baca postingan ini [please] tulis persepsi kalian tentang gambar [cerita] ini di kolom komentar... okey?? Thanks before... =)
Saya minta, siapapun yang baca postingan ini [please] tulis persepsi kalian tentang gambar [cerita] ini di kolom komentar... okey?? Thanks before... =)
Label:
cerita gambar,
persepsi
Langganan:
Postingan (Atom)








