Untuk kamu yang baru saja kembali,
Maaf, dalam waktu singkat aku lagi-lagi telah memaksamu melakukan sesuatu, demi obsesiku.
Rasa bersalahku dulu jadi terusik lagi kini.
Walau kau mengatakan -- atau hanya menampakkan sikap -- ikhlas, aku tak berani berharap hatimu ikhlas 100 persen, mengingat kenangan kita di bulan kelahiranku tahun ini.
Bukan aku tak percaya kau lagi, aku hanya takut diriku tertipu oleh perkiraanku sendiri [lagi]
Untuk kamu yang baru saja kembali,
Aku ingin agar aku bisa tidak lagi memaksamu melakukan sesuatu, baik disengaja ataupun tidak.
Semoga aku bisa mewujudkan keinginan ini...
Dari aku yang tak ingin dihibur dengan kamuflase,
H.L.H
Tampilkan postingan dengan label kecamuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kecamuk. Tampilkan semua postingan
Selasa, 14 Agustus 2012
Sorry
Label:
cinta teman,
kecamuk,
me
Sabtu, 30 Juni 2012
Konsisten dalam Inkonsistensi
"Membingungkan. Kashva mulai memahami Astu sebagai dewi penguasa ombak, sedangkan dirinya adalah seseorang yang berdiri limbung mencoba mempertahankan sampan reyotnya berlayar tenang di tengah samudra. Bagi Kashva, Astu adalah pribadi yang konsisten dalam inkonsistensi...."
[Tasaro dalam MUHAMMAD: Lelaki Penggenggam Hujan, hal. 187]
_____________________________________________
Konsisten itu ajeg, tetap, stabil, nggak berubah-ubah.
[pemaknaan pribadi]
_____________________________________________
"...hati bisa berubah, pikiran juga bisa terlupakan..."
[Alfi]
_____________________________________________
Aku sering berpikir keras tentang cara mempertahankan tanganku agar tidak bergetar, agar posisinya mantap, demi bisa memotret dengan sangat bagus. Namun, semakin keras usahaku untuk mencegah tangan ini bergetar, rasanya koq semakin sulit menghentikan getaran-getarannya? Bahkan getarannya malah terasa sedikit lebih kencang.
_____________________________________________
Konsisten dalam inkonsistensi. Berarti stabil dalam kelabilan, tetap dalam ketakpastian.
Apakah itu tidak baik?
Aku pernah marah kepada seorang kawan dan dengan senang hati merentangkan jarak antara aku dan dia. Aku pernah merasa lelah dan tak ingin lagi peduli padanya, membiarkan dia melakukan apa yang menurutnya baik, melakukan apa yang sesuai dengan inginnya.
Namun, seiring dengan berlalunya hari, minggu, dan bulan, rasa rindu kembali menyapaku. Rindu kepadanya. Ingin tahu bagaimana kabarnya. Mulai mencoba menerima kejadian lampau. Memaafkan kegegabahan diri sendiri yang saat itu tak bisa bersabar. Dan mencoba membangun keberanian untuk memperbaiki silaturahim.
Terdengar plin-plan...?
I think it's fine. Itu sebagian dari proses pendewasaanku. Suatu proses yang pasti butuh waktu.
Label:
cerita gambar,
cinta teman,
kecamuk,
love,
me
Sabtu, 02 Juni 2012
Alternatif yang Satu ITU
Aku tahu, hidup di dunia ini, kita harus punya banyak alternatif.
Tapi, saat ini, aku hanya ingin fokus pada satu alternatif. Apa aku salah?
Aku hanya menganggap alternatif-alternatif lain itu sebagai cambuk, agar aku berhasil menjalani alternatif yang satu itu.
Tapi, caramu mengungkapkan alternatif-alternatif cambukan itu... kenapa seperti ada nada pesimis?
Kau tidak yakin bahwa aku akan bisa menggenggam alternatif yang satu itu?
Atau, hanya aku saja yang salah interpretasi? Apakah aku ini masih terlalu pengecut untuk menerima cambukan-cambukan itu?
Entahlah...
Tapi, saat ini, aku hanya ingin fokus pada satu alternatif. Apa aku salah?
Aku hanya menganggap alternatif-alternatif lain itu sebagai cambuk, agar aku berhasil menjalani alternatif yang satu itu.
Tapi, caramu mengungkapkan alternatif-alternatif cambukan itu... kenapa seperti ada nada pesimis?
Kau tidak yakin bahwa aku akan bisa menggenggam alternatif yang satu itu?
Atau, hanya aku saja yang salah interpretasi? Apakah aku ini masih terlalu pengecut untuk menerima cambukan-cambukan itu?
Entahlah...
Sabtu, 21 April 2012
Karena daun yang jatuh tak pernah membenci angin...
..aku tidak akan menyalahkan eksistensimu, dan akan berusaha -mulai sekarang- untuk membunuh segala "..kenapa?"
Karena daun yang jatuh tak pernah membenci angin...
..aku akan mencoba ikhlas menerima realita bahwa di lembaran buku kehidupanku kini ada banyak tertulis tentangmu
itu karena -sekali lagi- daun yang jatuh tak pernah membenci angin
Kamis, 12 Januari 2012
Gado-gado
I have to write this !! Hanya supaya aku lebih lega... Itu saja...
Bagaimana perasaan anda kalau hari ini ada guru yang menyampaikan pengumuman: Ujian praktek akan dimulai 4 hari lagi?
Kalau saya, tentu saja: K.A.G.E.T
Well, tepatnya ujian praktikum IPA dan ujian lisan bahasa Arab yang aku maksud. Kalau praktek yang lainnya masih diujikan nanti akhir Februari.
Ini berarti, aku harus kembali mengingat langkah-langkah praktikum yang pernah dilakukan selama SMA ini. Berhubung pakai sistem undian, aku harus siap mempraktikan apa saja! APA SAJA yang pernah dipraktikan sejak kelas X... Buat masing-masing mapel IPA, ada materi wajib dan materi pilihan. Tapi meski pun pilihan, tetep aja boz kita gak bisa milih. Yang memilihkan adalah DIA Yang Maha Baik, lewat undian... Saya bener-bener berharap, apapun jatahku nanti, aku bisa mempraktikannya dengan baik.
Hfff, saya mengaku, meski sudah satu tahun lebih jadi anak IPA, saya ini tidak ahli dalam praktikum IPA. Walau saya menguasai teorinya, walau saya bisa dengan lancar menjawab pertanyaan-pertanyaan ulangannya, tetep aja saya sering blank kalau udah menyangkut PRAKTIKUM !
Belum lagi masalah jadwal ujian praktikum yang belum fix. Kabarnya Fisika mau ambil hari Ahad, 15 Januari besok itu. Padahal aku udah terlanjur daftar tryout SNMPTN boz!!! Meski Ahad itu sekolah ku memang nggak libur, tapi aku udah meniatkan bolos khusus buat ikut tryout ini... Huwaaaaa, begitu ada kabar kalau Fisika mau ujian praktikum hari Ahad itu, aku langsung dilema!!
Berhubung guru yang bersangkutan belum mengadakan konferensi pers [mengeluarkan pengumuman resmi], sampai saat ini aku masih berharap kalau praktikum fisikanya ambil hari lain aja.. Aku lagi pingin banget ikut tryout nieh...
Selain praktikum, ada ujian lisan bahasa Arab yang juga bikin aku deg deg ser.. Masalahnya, baru minggu lalu pak guru memerintahkan kita untuk bikin percakapan bahasa arab, masing-masing kelompok 2 orang, dialog harus dihapal karena itu dipake buat ujian lisan, dan deadline nya tanggal 2 Februari. Lha kok tahunya kemarin beliau bilang kalau mulai tanggal 15 Januari besok itu, beliau mau mulai penilaian lisan bahasa Arab. Kalau untuk kelasku, karena jadwal bahasa Arab adanya hari Sabtu sama Rabu, berarti penilaian di kelasku mulai Rabu, 18 Januari besok..! Saya dan partner pun gedubrakan :/
Hmph...
*********************************************************************
Bagaimana perasaan anda kalau hari ini ada guru yang menyampaikan pengumuman: Ujian praktek akan dimulai 4 hari lagi?
Kalau saya, tentu saja: K.A.G.E.T
Well, tepatnya ujian praktikum IPA dan ujian lisan bahasa Arab yang aku maksud. Kalau praktek yang lainnya masih diujikan nanti akhir Februari.
Ini berarti, aku harus kembali mengingat langkah-langkah praktikum yang pernah dilakukan selama SMA ini. Berhubung pakai sistem undian, aku harus siap mempraktikan apa saja! APA SAJA yang pernah dipraktikan sejak kelas X... Buat masing-masing mapel IPA, ada materi wajib dan materi pilihan. Tapi meski pun pilihan, tetep aja boz kita gak bisa milih. Yang memilihkan adalah DIA Yang Maha Baik, lewat undian... Saya bener-bener berharap, apapun jatahku nanti, aku bisa mempraktikannya dengan baik.
Hfff, saya mengaku, meski sudah satu tahun lebih jadi anak IPA, saya ini tidak ahli dalam praktikum IPA. Walau saya menguasai teorinya, walau saya bisa dengan lancar menjawab pertanyaan-pertanyaan ulangannya, tetep aja saya sering blank kalau udah menyangkut PRAKTIKUM !
Belum lagi masalah jadwal ujian praktikum yang belum fix. Kabarnya Fisika mau ambil hari Ahad, 15 Januari besok itu. Padahal aku udah terlanjur daftar tryout SNMPTN boz!!! Meski Ahad itu sekolah ku memang nggak libur, tapi aku udah meniatkan bolos khusus buat ikut tryout ini... Huwaaaaa, begitu ada kabar kalau Fisika mau ujian praktikum hari Ahad itu, aku langsung dilema!!
Berhubung guru yang bersangkutan belum mengadakan konferensi pers [mengeluarkan pengumuman resmi], sampai saat ini aku masih berharap kalau praktikum fisikanya ambil hari lain aja.. Aku lagi pingin banget ikut tryout nieh...
Selain praktikum, ada ujian lisan bahasa Arab yang juga bikin aku deg deg ser.. Masalahnya, baru minggu lalu pak guru memerintahkan kita untuk bikin percakapan bahasa arab, masing-masing kelompok 2 orang, dialog harus dihapal karena itu dipake buat ujian lisan, dan deadline nya tanggal 2 Februari. Lha kok tahunya kemarin beliau bilang kalau mulai tanggal 15 Januari besok itu, beliau mau mulai penilaian lisan bahasa Arab. Kalau untuk kelasku, karena jadwal bahasa Arab adanya hari Sabtu sama Rabu, berarti penilaian di kelasku mulai Rabu, 18 Januari besok..! Saya dan partner pun gedubrakan :/
Hmph...
Sabarlah Hayyu Luthfi Hanifah :) Nikmati setiap proses yang memang harus kamu jalani di hidup ini. Kamu pingin lulus kan? ya berarti musti mau diuji dong... Buktikan kalau kamu emang udah sukses menyandang putih abu-abu!!
Percayalah selalu kalau kamu pasti bisa!! Kamu tak pernah sendirian!! Selalu ada DIA Yang Maha Baik, dan teman-teman senasib seperjuangan..
Selalu ingat DIA !!! Supaya hatimu diliputi ketenangan...
Konsentrasi, fokus, matangkan persiapan, berdo'a.... PASTI BISA !! :D
Selasa, 13 Desember 2011
Beautiful Fake
Harus ku apakan bunga plastik yang sudah terlanjur ada di ruang pribadiku?
Aku tak ingat kapan tepatnya aku menemukannya, dan di mana. Tapi, tentu saja aku ingat siapa yang menjatuhkannya. Entahlah, saat itu aku hanya memungutnya, menyelamatkan bunga plastik itu agar tak terinjak-injak. Sama sekali tidak ada niatku untuk mengembalikannya ataupun membuangnya ke tempat sampah. Ya, aku sendiri yang memasukkannya ke ruang pribadiku.
Bodohnya aku yang pernah memperlakukan bunga plastik itu layaknya bunga sungguhan: memupuk dan menyiraminya. Sampai sehari setelah kiamat pun, bunga plastik itu tetaplah bunga plastik, tidak akan berubah wujud menjadi bunga sungguhan.
Belakangan ini, aku sudah lumayan berhasil mengerem perilaku konyolku itu. Tapi masih saja aku membiarkan bunga plastik itu mengisi pojok ruang pribadiku. Aku masih belum bisa mengambil keputusan. Aku tahu, bunga plastik itu hanya menghabiskan space di ruang pribadiku, tanpa banyak manfaat bagiku. Namun bunga plastik itu juga masih terlalu indah untuk kupindahkan ke tong sampah.
Hmph.
Lama kupandangi bunga plastik itu. Beautiful fake. Tak ada sedikitpun aroma yang ia tebarkan untuk ruang pribadiku, meski eksistensinya mampu memanjakan indera visualku.
Apakah sebaiknya kukembalikan saja bunga plastik itu kepada orang yang telah menjatuhkannya?
Tapi bagaimana...? Bahkan selama ini aku sering dilanda rasa takut, takut ketahuan bahwa aku menyimpan bunga plastik itu.
Bagaimana kalau kamu beralih saja ke bunga sungguhan? Ya... Tanamlah sendiri bunga itu. Rawat ia dengan hatimu. Rawat ia agar ia jadi bunga yang cantik warnanya, harum aromanya. Jadi bunga yang cantik, hanya untuk DIA...
Minggu, 27 November 2011
help!!
...low motivation...
Butuh charger motivasi segera... Indikator motivasiku udah mulai kedip-kedip merah...
Butuh charger motivasi segera... Indikator motivasiku udah mulai kedip-kedip merah...
Sabtu, 05 November 2011
Be Strong !!!
...lantaran multiply saya lama banget loadingnya, padahal hati ini gelisah dan sedang sangat ingin menuliskan sesuatu di blog, yasudah saya nulis di blogspot ajjah...
~~~~~~~~~~~
Pernah gak sih kalian mengalami masa-masa labil? Masa-masa di mana mood kayak lagi naek roller coaster? Sebentar naik, sebentar turun, semenit bagus, semenit bad mood? #lebey
Pasti pernah dong yaaa.... apalagi remaja era kini.. yakan yakan... ^^
Apa pula ini, tanya sendiri - jawab sendiri... -____-
Well... yang udah berlalu biarlah berlalu. Kelabilan yang pernah dialami biar jadi kenangan dan pelajaran saja. Yang penting, mulai sekarang kita musti usaha biar nggak labil lagi. Coz yang namanya labil itu bahaya !!!
Tanah yang labil, bisa longsor...
Cuaca yang labil, bisa mencelakakan para musafir di laut dan langit...
Hati yang labil???
Bisa merugikan diri sendiri dan orang laen.. Yupz...
Oleh karena itu, kita-kita ini yang masih muda, harus bisa mengontrol emosi supaya nggak terserang labil lagi. Kita ini punya potensi besar untuk membawa masa depan yang gemilang bagi diri sendiri, bagi bangsa Indonesia, dan bagi manusia secara umum. Sayang kan kalau potensi besar itu akhirnya tidak bisa terwujud gara-gara kita nggak pinter ngatur emosi??
Ayo penuhi hari-hari kita dengan semangat positif!! Senyum selalu!! Hadapi segala yang memang harus dihadapi, tanpa keluhan!! Jalani dan syukuri selalu!! Jika mungkin kita jumpai suatu hal yang dapat merusak mood, jangan terlalu memikirkan hal tersebut, namun segera alihkan dan fokuskan pikiran kepada detik-detik ke depan yang masih harus kita perjuangkan!!
10 dzulhijjah 1432 H
potingan spontan...
Maaf kalau acak-acakan :)
Rabu, 26 Oktober 2011
..:masih manusia:..
lagi-lagi...
frasa ini aku teriakkan berkali-kali
"AKU INI MANUSIA"
aku manusia
yang sering lupa dan salah
yang punya nilai lebih,
tapi masih banyak pula kurangnya
aku manusia
yang sering lupa
maka aku sangat berharap
kalian s'lalu ingatkan aku
bahwa aku manusia
dengan tidak mendramatisir
sesuatu yang menurut kalian
merupakan kelebihanku
kalian tahu?
aku hanya ingin tak terlenakan
hingga jadi abai dan congkak
tolong...
tolong...
jangan lenakan aku.
frasa ini aku teriakkan berkali-kali
"AKU INI MANUSIA"
aku manusia
yang sering lupa dan salah
yang punya nilai lebih,
tapi masih banyak pula kurangnya
aku manusia
yang sering lupa
maka aku sangat berharap
kalian s'lalu ingatkan aku
bahwa aku manusia
dengan tidak mendramatisir
sesuatu yang menurut kalian
merupakan kelebihanku
kalian tahu?
aku hanya ingin tak terlenakan
hingga jadi abai dan congkak
tolong...
tolong...
jangan lenakan aku.
Sabtu, 08 Oktober 2011
Orang Alim itu....
Assalamu'alaikum ^^
Sebelumnya, admin blog ini mau minta maaf yaa ke semua pembaca atas semua kesalahan yang telah dilakukan admin baik yang sengaja maupun tidak... Sekaligus admin mau minta doa... coz, besok Senin sampai Senin lagi, tanggal 10 sampai 17 Oktober 2011, admin akan menjalani MID SEMESTER V... Doain yaa biar lancar... Syukron katsiir.... #sokpunyapembacasetia
Well...
Postingan kali ini isinya cuma curhatan sebenernya.. Berhubung saya emang nggak suka update status di FB dan sekarang emang lagi jaga jarak sama FB, saya lebih milih curhat di sini sajalah..
Jadi, akhir-akhir ini, saya itu sering mengalah dalam menghadapi rasa ngantuk.
Contoh kasus:
Besok ada ulangan. Udah duduk manis di depan meja belajar, buku pelajaran udah dibuka juga. Mulai baca materinya... satu menit, dua menit...sepuluh menit... mulai timbul rasa jenuh... akhirnya melamun nggak jelas mikirin apa... lima menit melamun, rasa ngantuk pun tiba... awalnya masih berkeras untuk duduk di depan meja belajar dan melanjutkan lamunan belajar. Tapi selang beberapa menit, akhirnya tidur juga, entah dalam keadaan duduk di meja belajar, atau pindah ke kasur. Padahal itu baru jam 8 atau 9 malem.. terus besoknya bangun jam 2 dini hari.. lanjut belajar, tapi juga diselingi rasa ngantuk
#jangandicontoh
Sampai akhirnya, saya pun menuliskan kata-kata di whiteboard yang tertempel di dinding kamar saya, yang kalau saya lagi belajar, pasti saya lihat... Ini nih kata-katanya...
[translation: "Jangan tidur.. Kalau perlu tak usah berkedip!!"]
Heheheheh... lebay juga sih.. Tapi biar deh... Semoga aja kata-kata itu bisa membantu saya untuk bertarung melawan kantuk yang sering bertandang, yang belakangan ini sukses bikin saya mengerang kalau ingat berapa jam yang sudah saya habiskan dalam sehari hanya untuk tidur...
Padahal kata guru saya, orang alim itu, orang yang tinggi ilmunya itu, sedikit tidurnya, sedikit makannya... Lha saya?? Astaghfirullahal'adziiim....
Dan, ngomong-ngomong soal ngantuk, kata temen saya, orang yang golongan darahnya O itu emang gampang ngantuk. Huhuhuhu....
Ayo-ayo... siapa yang golongan darahnya O? Apakah kalian gampang ngantuk juga? Kasih saran dong buat saya, supaya nggak gampang ngantuk lagi... plisss... feel free to leave some words of yours on the comment box :)
Wassalamu'alaikum...
Jumat, 30 September 2011
Mindset
[...buat para pembaca blog saya, baik yang di Multiply maupun di Blogspot ini, saya harap kalian tidak bosan membaca tulisan saya akhir-akhir ini yang didominasi tema galau ala anak SMA tingkat akhir plus motivasi-motivasi dari saya untuk saya maupun teman-teman seperjuangan...] #sokpunyapembacasetia
Alhamdulillah :) satu minggu telah berlalu lagi :)
Minggu ini sama kayak minggu kemarin: masih banyak tugas, banyak ulangan, daaaaan..... remidi buat yang nilai ulangannya belum mencapai KKM! Minggu ini, mungkin sama stress nya kayak minggu kemarin. Tapi minggu ini, jam tidur saya lebih banyak daripada minggu kemarin. Yeaaahh, walau banyak ulangan, bukannya banyak-banyakin belajar saya malah banyak-banyakin tidurnya, heheh :P ... Entahlah, sepertinya gaya tarik yang dilakukan kasur saya lebih besar daripada gaya yang saya lakukan untuk menjauhi kasur, jadi arah resultan gayanya ya ke kasur X)
Kali ini, saya mau cerita soal temen-temen saya yang sedang beruntung karena mendapat perhatian dari saya [emang siapa elo?!]... Walaupun mungkin mereka nggak ngerasa kalau sedang saya perhatikan, coz saya merhatikannya secara diam-diam [mungkin lebih tepat disebut spying daripada memperhatikan]
Buat temen-temen yang saya jadikan bahan omongan di entry ini, harap diikhlaskan ya? Sama sekali tak bermaksud membuka aib kalian. Hanya ingin menuliskannya supaya bisa diambil hikmahnya oleh banyak orang :) Ya? Ikhlas yaaa? Makasih sebelumnyaa :)
Jadi gini... minggu ini, ada dua orang teman yang berhasil menyita perhatian saya...
Temen 1Setelah baca notes FBnya barusan aku jadi tahu alesan kenapa dia pingin jadi dokter. Aku jadi tahu juga kalau dia udah berusaha mati-matian buat suka sama yang namanya BIOLOGI [mapel wajib buat yang mau jadi dokter] tapi nilai biologinya selalu gak mencapai target yang sudah ia tetapkan sendiri. Aku juga jadi tahu kalau dia suka gak percaya diri gara-gara ngerasa bahwa dia belum bisa ngebanggain ortu, padahal sodara-sodaranya udah pernah ngebanggain ortu dan mengharumkan nama keluarga. Minggu ini dia juga harus ikut remidi biologi.
Temen 2Sejauh yang aku perhatikan, dia kelihatan kalem-kalem aja. Tapi ternyata dia juga terserang stress akut minggu ini. Puncaknya adalah dia nggak mau masuk sekolah. Katanya di status FB sih, dia bolos gara-gara gak mau ketemu ulangan matematika dan fisika hari itu. Dia ngerasa belum siap ikut ulangan. Dia nggak mau ikut remidi. Jadi dia lebih pilih ikut ulangan susulan aja deh...
Hmmmm #tariknapasdalem
Gimana cara memotivasi mereka yaa? Rasanya, saya ingin sekali jadi teman baik buat mereka. Yang bisa diajak sharing dan memberi motivasi. Tapi saya ini orangnya gampang bingung. Kalau saya dihadapkan pada seorang kawan yang curhat panjang lebar disertai derai air mata, maka saya hanya mampu terdiam. Maksimalnya, paling hanya beberapa patah kata [yang itu-itu aja] yang mampu saya ucapkan untuk memotivasinya. Saya bingung, saya harus bersikap bagaimana?
Dan saya pun teringat pada sebuah nasyid yang disenandungkan oleh Tiar, judulnya Tak Ada Beban Tanpa Pundak... Silakan disimak dulu... :)
Yaa... Tiada beban tanpa pundak. Allah, sebelum mengamanahkan suatu beban kepada hambaNya, pastilah Ia sudah menganugerahi hamba itu dengan 'pundak' yang mampu menanggung beban tersebut. Simpelnya, Allah itu Maha Pengasih dan Maha Mengenal setiap hamba, jadi Ia tahu kemampuan masing-masing hamba dan Ia tak akan memberikan beban yang melebihi kapasitas kemampuan kita. Kita pasti mampu mengatasi beban itu.... :)
Buat temen 1, temen 2, dan temen-temen yang punya problem sama, aku sarankan: ubah MINDSET kalian. Terutama dalam menghadapi pelajaran.
Apa itu MINDSET?
Mindset adalah cara kita memandang sesuatu; pola pikir kita terhadap sesuatu. 'Sesuatu' dalam konteks ini adalah PELAJARAN SEKOLAH.
[+] Jangan pernah mengatakan suatu pelajaran itu sulit! Karena dengan begitu, tanpa kita sadari kita telah membentuk Mindset negatif terhadap pelajaran itu. Sebaliknya, katakanlah bahwa pelajaran itu menantang dan butuh perhatian khusus. Lalu sediakanlah kesabaran extra untuk memahaminya.
[+] Angka nilai itu tidak selalu mencerminkan tingkat kefahaman seseorang. Jadi, sebaiknya buang jauh-jauh niat belajar untuk dapat nilai bagus. Ganti dengan niat belajar untuk memahami pelajaran itu sendiri. Nggak gampang juga sih, untuk meluruskan niat seperti ini... Tapi tetep harus dicoba :)
[+] Coba juga PDKT sama guru. Mungkin nggak semua guru cocok dengan kita, sehingga kita kerap bingung kalau diajar sama guru itu. Tapi PDKT di sini jangan diartikan sama dengan cari muka lho yaa... Maksud saya, kita jalin hubungan yang baik dan akrab dengan guru. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya kalau diberi kesempatan bertemu. Tanyakan materi yang dirasa belum jelas, hingga kita paham.
[+] Kalau guru sudah menjawab pertanyaan-pertanyaan kita tapi kitanya masih belum ngeh juga soal pelajaran itu, nggak ada salahnya tanya lagi ke orang lain yang lebih faham. Bisa tanya ke temen atau guru les. Kalau nggak ya tanya ke Prof. Google, hehe... Pokoknya kita musti aktif deh, nggak boleh pasif.
[+] Keep praying! Mohon sama Allah supaya diberi hidayah, dibukakan akal dan pikiran untuk memahami suatu pelajaran itu. Dan senantiasa berpositive thinking kepadaNya, bahwa Dia pasti beri kita yang terbaik...
Semoga dapat memotivasi :)
Jum'at 30092011...
30 days remain...
Label:
cinta teman,
kecamuk,
motivasi,
renungan
Kamis, 01 September 2011
Saat Kejelasan Tak Mampu Didapat...
"Sebaiknya tahu dengan pasti daripada berangan-angan dalam ketidakpastian"
[Jiwa yang Termaafkan halaman199-200, by Teungkumalemi]
Setuju! Aku setuju!
Berangan-angan dalam ketidakpastian hanya akan menyakiti kita sendiri. Angan-angan itu hanya akan semakin mengubur dalam 'potensi juara' yang kita miliki.
Alkisah, ada seekor ulat yang baru saja melihat indahnya dunia. Seiring dengan berlalunya waktu, ia mendapati suatu saat jika ia menengadahkan kepalanya, ia bisa melihat banyak benda berkelip yang indah. Kita tahu benda-benda yang ia maksud itu adalah bintang-bintang.
Ulat itu jatuh hati pada keelokan langit malam. Ia juga memperhatikan, bahwa ia tak bisa berjumpa pujaannya setiap detik. Selalu saja ada beberapa jam di mana bintang-bintang itu menghilang entah ke mana. Langit pun benderang.
Di saat-saat seperti itu, si Ulat terus saja memikirkan bintang. Ia khawatir akan keadaan bintang. Ia khawatir kalau dia tidak bisa melihat bintang lagi.
Hingga suatu hari, ia mendapatkan titah untuk bermetamorfosa. Ia bingung. Ia masih merasa tak sanggup untuk meninggalkan bintangnya. Ia takut metamorfosa itu akan terasa terlalu lama. Ia takut, kalau saat ia sudah menyelesaikan metamorfosanya dan kembali melihat dunia luar, bintang sudah pergi selamanya. Ia takut... Ia takut...
Jika kamu jadi Ulat itu, apa yang akan kau lakukan? Apa yang kau pilih?
Orang yang masih berpikir rasional, pasti akan memilih untuk tetap bermetamorfosa. Karena ia tahu, dengan menjalani proses itu, ia akan menjadi individu yang lebih baik.
Namun, seringkali rasa 'cinta' di hati ini membuat kita enggan bermetamorfosa. Kita enggan meninggalkan zona nyaman, di mana kita bisa memandang, memikirkan, dan mengetahui keadaan sang pujaan hati.
Itu cinta yang buruk! Meski dirasa indah...
Maka, ayolah!!! Ayo kita kuatkan diri untuk menanggapi suatu rasa bernama cinta...
Ulat itu mulai larut dalam pemikiran. Saat bintang-bintang itu muncul kembali, si Ulat pun memberanikan diri...
"Hey! Tahukah kau bahwa aku ini cinta kamu?!"
Tak ada jawaban...
"Kenapa kau harus hadir dalam hidupku?! Kenapa pula kau selalu datang tepat waktu dan jumpai aku?! Kau tahu, itu telah membuatku berharap padamu!"
Hening...
"Sebenarnya, adakah sedikit saja rasamu untukku?"
Si Ulat kecil mulai terisak. Malangnya ia tak pernah tahu bahwa jarak antara tempat berpijaknya dengan bintang adalah sangat jauh sekali. Hingga tak mungkin teriakannya sampai terdengar oleh pujaan hatinya itu. Bahkan bintang yang ia puja itu juga tak pernah mampu melihat tubuh kecilnya di bumi.
"Kumohon... Jelaskan padaku! Beri aku kejelasan!" rengek si Ulat.
Bintang-bintang terus berjalan melintasi langit. Perlahan namun pasti, meninggalkan si Ulat yang masih saja menangis karena sebuah rasa...
Saat kita terlalu pengecut untuk mencari kejelasan itu, ada baiknya kalau kita mau berusaha melupakan saja rasa cinta tersebut. Siapa tahu kita akan berhasil melepaskan diri dari rasa itu...
tulisan acak-acakan, yang terlahir tanpa direncanakan
ditulis untuk mengurangi beban hati
Solo 01092011 9.00 a.m.
Jumat, 15 Juli 2011
Being A 12th Grader
Ini hari Jum'at, saya libur. Mumpung libur, saya mau cerita di blog ini. Kenapa cerita di blog ini? Karena blog adalah teman saya yang paling setia mendengarkan dan menampung cerita saya, nggak peduli seberapa membosankan cerita itu. Karena cerita di blog lebih gampang, soalnya nggak perlu ngomong [saya kalau ngomong suka ribet sendiri sih] dan nggak perlu nulis pakai tangan, cuma mikir terus diketik aja. Karena blog ini masih sedikit yang baca, sedikit yang follow, jadi saya masih bisa agak leluasa berbagi cerita tentang hidup saya. Kalau follower nya udah banyak, kan pekewuh sama follower yang tidak punya prinsip seperti saya. Prinsip apa?
Bahwa dari membaca cerita atau curhatan orang di blognya, kita bisa menemukan hikmah dan pelajaran yang bermanfaat buat kita.
Singkatnya, kita bisa belajar dari pengalaman orang lain gitu deh..
Tiga hari sudah saya merasakan jadi murid kelas dua belas. Yaa, sebenarnya sih tiga hari kemarin itu belum bisa menyadarkan saya kalau saya sedang belajar di kelas dua belas, kelas terakhir di SMA. Why? Coz there were many teachers and classmates who didn't come to the class. Guru-guru ada yang masih sibuk ngurusin MOS dan persiapan kemah, atau siap-siap buat akreditasi sekolah tanggal 18 besok, atau urusan sekolah yang lainnya. Temen-temen sekelas juga banyak yang nggak masuk kelas karena mereka diamanahi jadi panitia MOS, dan mungkin sampai besok Ahad, personel kelas ku belum akan lengkap mengingat ada beberapa anak yang diamanahi jadi panitia kemah. Fuuuhh, sekolah apa itu? Kelas sepi dan banyak jam kosong...
Tiga hari itu, terbetik beberapa pemikiran di otak saya...
Jadi panitia MOS itu enak ya....
Kenapa enak? Karena menurut saya mereka banyak nganggurnya. Mereka siapa? Panitia yang nggak bertugas sebagai pendamping buat siswa baru. Kalau pendamping mah musti stand by kemanapun dan dimanapun siswa baru berada. Tapi... buat panitia macam Sie Kegiatan [Giat Operasi] atau bahkan ketua panitia, mereka bisa tidur kalau siswa-siswa baru lagi masuk ke kelas masing-masing atau kalau MOS lagi diisi sama guru. Cih.... enak banget yaa... Saya ini nggak asal nuduh lho. Saya punya buktinya koq. Di kamera saya ada foto-foto panitia yang lagi bobok di ruang panitia. Kalau nggak bobok, ya nonton TV deh di sana. Serasa di surga yaa...
Kelas baru, wali kelas baru, classmate baru
Tahun ini, entah karena dosa apa kami dapat kelas di lantai dasar, pojok, paling jauh dari gerbang, yang tahun lalu dipakai kelas IPS. Kelasnya banyak sekali kekurangannya: lampunya kurang, kipasnya suka nggak nyala padahal nggak oglangan, jendelanya ada yang bolong satu. Ck, padahal besok Senin mau diakreditasi lho....
Kami juga dapat wali kelas baru. Kali ini aku dapat wali seorang guru biologi, horeeee !
Ada juga pendatang baru di kelas, pindahan dari kelas IPA 2. Dan dia langsung dinobatkan sebagai wakil ketua kelas.
Entahlah, tapi aku masih belum bisa nyaman dengan kelas yang dipojok itu, dengan guru biologi yang jadi wali kelas aku, dengan anak baru yang jadi wakil ketua kelas aku.
Tugas, tugas, tugas
Gini ya rasanya jadi 12th grader, yang satu tahun lagi akan jadi MAHASISWA [aaamiiin]. Bahkan beberapa guru, baru masuk pertama aja udah langsung ngasih tugas. Itu baru masuk pertama, dan belum ada materi yang diberikan. Kita seperti diminta untuk belajar sendiri dengan mengerjakan tugas-tugas yang mereka beri itu. Well, okeeeelaah, bismillah aku bisa, bantu aku ya Rabbii...
Tiga hari ini kuhabiskan di kelas 12, dengan guru-guru kelas 12, dengan materi-materi dan tugas-tugasnya. Dan saya merasa kangen dengan masa-masa kelas 11 dulu, masa di mana aku masih bisa berpikir: "nyantai dulu lah, kan baru kelas 11". Kangen dengan guru-guru kelas 11 yang aku udah ngerasa klik sama mereka...
oh.... saya harus bisa, saya harus kuat... FIGHT ! ! !
Label:
cinta teman,
kecamuk,
me,
random
Selasa, 07 Juni 2011
What Should I Do, then?
Alhamdulillah.... Ulangan Kenaikan Kelas udah finished... tinggal menunggu hasilnya nanti... =)
Tapiiiii... Hari ini saya kembali dibingungkan oleh sesuatu yang amat penting dalam hidup ini. Sesuatu yang berjuluk
PENDIDIKAN
Memangnya ada apa dengan pendidikan? Apa yang saya bingungkan?
Jadi begini, kebingungan saya kali ini dibangkitkan oleh fakta yang baru saja saya hadapi. Fakta ini begitu mengusik saya, apalagi ditambah kebingungan-kebingungan lama yang memang belum clear...
What's fact?
Oke, sedikit curcol... Seperti biasa, setiap kali selesai ulangan akhir semester, maka hari-hari selanjutnya adalah hari-hari yang dilematis. Bagaimana tidak? Murid-murid sudah malas berangkat sekolah, tapi masih ada jadwal remidi. Dan tentu saja, pengumuman daftar murid yang remidi baru akan ditempel beberapa hari sebelum pelaksanaan remidi. Itu artinya, kalau tak mau ketinggalan info, murid kudu rajin-rajin check billboard. Kalau males ke sekolah, ya nitip aja sama murid rajin, yang akan dengan senang hati berangkat ke sekolah buat update. Sumpah ini gak praktis banget... Halllooo, ini udah 2011... kenapa gak manfaatin sistem online aja sih?! \(!!˚☐˚)/
Sorry agak nglantur... back to focuss...
Tadi, saya, dengan mata kepala sendiri menyaksikan tiga kawan baik saya menangis. Kenapa menangis? Karena ternyata mereka remidi suatu mapel. Padahal menurut mereka, pas tes mapel itu, mereka yakin bisa ngerjainnya dengan baik. Lagipula, nilai harian mereka untuk mapel itu juga gak jatuh kok....Mereka juga merasa udah pol-polan mempersiapkan diri untuk tes ini. Lalu, kenapa harus mereka yang remidi?
Suasana yang mulanya baik-baik saja, berubah jadi gak enak and serba salah. Untung aku masih kuat buat nahan diri supaya gak ikutan nangis. Tapi sayang, aku gak cukup kuat untuk melontarkan kata-kata hiburan. So, I just keep silent... (⌣́_⌣̀)
Kalau dipikir-pikir, ada beberapa faktor sih yang bisa bikin mereka remidi: human error, device error, and luck...
Human error: bisa jadi mereka kurang teliti dalam mengerjakan tes... mungkin juga ngisi LJKnya kurang hati-hati....
Device error: mungkin karena kekurangsempurnaan robot pengoreksi bernama 'scanner', jawaban mereka jadi tidak terbaca dan dianggap salah...
Luck: yeah... secara model soalnya adalah pilihan ganda, maka faktor luck ini lumayan berpengaruh juga... kalau anda orang yang taat beribadah dan menjauhi perbuatan dosa, lalu anda berdoa supaya jawaban anda benar, He can make it for you...
Ya, kejadian inilah yang membangkitkan kebingungan lama saya tentang sistem pendidikan di Indonesia. Sampai rumah, saya pun langsung online... and I found this article, such a good article...
Dalam artikel ini, penulisnya mengatakan bahwa kurikulum pendidikan di negeri ini belum didesain untuk mengantarkan setiap generasi penerus bangsa menuju keberhasilan, masa depan yang gemilang. Kurikulum kita justru bisa mematikan keahlian alami yang dimiliki seseorang.
Banyaknya jumlah mata pelajaran yang harus diikuti, tingginya standar kelulusan, sistem yang masih terpancang pada nilai, guru-guru yang hanya mengajar [bukan mendidik], hingga metode belajar yang hanya sekedar menghafal [bukan memahami] telah membuat pendidikan kita seperti ini...
What should I do, then? What can we do?
Sejak kecil saya sudah terbiasa dengan sistem ini. Dan saya sudah cukup berhasil menjalankan sistem ini. Saya sadar, sistem ini kurang baik. Tapi saya juga tidak tahu, apakah jika sistem diganti dengan yang lebih baik, saya akan bisa beradaptasi dengan lancar? Apakah sistem yang lebih baik dapat menghantarkan saya menjadi pribadi yang lebih baik?
PS: untuk bacaan tambahan silakan klik link ini... ^^
Label:
cinta teman,
kecamuk,
renungan
Rabu, 16 Maret 2011
I Need You, Motivations!
Ouw yeah!!!
Belakangan ini, saya merasa tidak punya motivasi untuk ngrampungke tugas sekolah.
Libur panjang, tapi banyak tugas.... =(
Mau ngerjain tugas, males... Tapi nggak mau tidur juga.... Blogging and FBan, bosen juga.... Trus ngapain donk???
Seolah-olah, hidup segan mati tak mau...
Huhuhuhuhuhuhu
Belakangan ini, saya merasa tidak punya motivasi untuk ngrampungke tugas sekolah.
Libur panjang, tapi banyak tugas.... =(
Mau ngerjain tugas, males... Tapi nggak mau tidur juga.... Blogging and FBan, bosen juga.... Trus ngapain donk???
Seolah-olah, hidup segan mati tak mau...
Huhuhuhuhuhuhu
Selasa, 08 Maret 2011
I'm Back!!!
Holla!!
Udah lama juga nggak ngepost di blog yang satu ini. Hehe, harap maklum ya, belakangan ini, aku kalau nulis pinginnya nulis curhatan.
Trus, sekarang mau nulis apa di blog ini?
Hehe, curhatan.....
Sorry ya.... tujuan saya bikin entry baru kali ini emang buat ngisi blog aja. Nggak ada tuntutan dari diri sendiri buat bikin entry yang lebih bermanfaat...
To the point...
Belakangan ini, aku udah dapet bukti bahwa masa-masa putih abu-abu itu samasekali nggak cuma berwarna putih dan abu-abu. Tapi ada banyak warna lain yang mengisinya. Mayoritas pewarnanya adalah sesuatu bernama CINTA. Meski hakikatnya satu, ternyata warna yang dipantulkan CINTA ke 'indera penglihatku' berbeda-beda.
Ada temenku yang oh-plis-deh-gimana-banget.... Warna CINTAnya bikin aku nggak nyaman. Jadilah sekarang aku agak menjaga jarak dengannya. Bahkan sampai sekarangpun, warna CINTAnya masih nggak keruan.
Ada juga temenku yang warna CINTAnya belum begitu jelas... How pity!
Sumpah ya, belakangan ini tuh, banyak banget temen yang cerita masalah CINTA mereka ke aku. Dan setiap kali hal ini terjadi, selalu saja aku bingung terhadap apa yang aku rasakan sendiri...
Nggak jarang juga ngerasa iri. Iri karena sampai saat ini, aku belum pernah didatangi pangeran berkuda putih yang secara lugas menyatakan rasanya kepadaku.
Hmph... aku jadi spiritless lagi nih... udahan dulu deh... ingat, postingan kali ini hanya untuk menuhin blog.... so, jangan protes kalau GeJe gini...
Udah lama juga nggak ngepost di blog yang satu ini. Hehe, harap maklum ya, belakangan ini, aku kalau nulis pinginnya nulis curhatan.
Trus, sekarang mau nulis apa di blog ini?
Hehe, curhatan.....
Sorry ya.... tujuan saya bikin entry baru kali ini emang buat ngisi blog aja. Nggak ada tuntutan dari diri sendiri buat bikin entry yang lebih bermanfaat...
To the point...
Belakangan ini, aku udah dapet bukti bahwa masa-masa putih abu-abu itu samasekali nggak cuma berwarna putih dan abu-abu. Tapi ada banyak warna lain yang mengisinya. Mayoritas pewarnanya adalah sesuatu bernama CINTA. Meski hakikatnya satu, ternyata warna yang dipantulkan CINTA ke 'indera penglihatku' berbeda-beda.
Ada temenku yang oh-plis-deh-gimana-banget.... Warna CINTAnya bikin aku nggak nyaman. Jadilah sekarang aku agak menjaga jarak dengannya. Bahkan sampai sekarangpun, warna CINTAnya masih nggak keruan.
Ada juga temenku yang warna CINTAnya belum begitu jelas... How pity!
Sumpah ya, belakangan ini tuh, banyak banget temen yang cerita masalah CINTA mereka ke aku. Dan setiap kali hal ini terjadi, selalu saja aku bingung terhadap apa yang aku rasakan sendiri...
Nggak jarang juga ngerasa iri. Iri karena sampai saat ini, aku belum pernah didatangi pangeran berkuda putih yang secara lugas menyatakan rasanya kepadaku.
Hmph... aku jadi spiritless lagi nih... udahan dulu deh... ingat, postingan kali ini hanya untuk menuhin blog.... so, jangan protes kalau GeJe gini...
Minggu, 31 Oktober 2010
Sisi Lainmu
Dipayungi awan mendung dan diliputi angin semilir, aku membagi cerita tentangmu dengan orang yang kupercaya. Tentangmu? Tidak, tidak, bukan tentangmu. Lebih tepatnya, tentang apa yang aku rasa kepadamu. Tentang sikap-sikapmu yang menghisapku pada rasa itu.
"Beberapa waktu yang lalu, aku sering memergokinya sedang melekatkan pandang padaku. Itulah awal rasa ini muncul."
"Aku rasa, dia itu seperti punya rasa untuk aku. Dia pernah memaksaku sibuk berSMS. Padahal aku bukan tipe orang penggila SMS. Dia pernah mengirimiku SMS tak-penting-tapi-menyiratkan-perhatian. Padahal dia terkenal sebagai orang yang tak peduli. Dia pernah mengisikan namanya pada daftar missed call di handphoneku, untuk alasan yang aku tak tahu pasti."
"Namun aku, yang sudah terlanjur percaya diri bahwasanya dia ada rasa untukku, ingin menghapus percaya diri ini. Ingin memecahkan balon udara keGRan-ku sebelum balon ini mampu menyesatkanku di kepungan awan."
Lalu, orang kepercayaanku itu pun berkisah... Banyak tentangmu yang ia haturkan kepadaku... Kamu yang sama sekali tidak peduli pada seorang perempuan yang sampai sekarang masih menantimu... Kamu yang merasa tertekan oleh candaan teman-teman di sekolah... Kamu yang memang sepertinya tidak bisa menjaga jarak dengan perempuan, sehingga tanpa kau sadar, kau telah mencabik hati perempuan itu... Dan sisi lainmu, tentang masa lalumu yang kelam: karamnya pesiar rumah tangga orang tuamu...
Sungguh, demi mendengar kisahmu yang terakhir ini, aku terkejut. Di balik pribadimu yang seperti itu, ternyata kau memiliki sisi lain. Sisi yang membuatku benar-benar bersimpati kepadamu. Simpati yang murni, asli, bukan kiasan dari merah jambunya hati lagi. Aku jadi kasihan sama kamu.
Mungkin kau memang dapat menunjukkan bahwasanya kau tegar, kau baik-baik saja terombang-ambing sendirian di samudra kehidupan. Namun, aku yakin bahwasanya jauh di nuranimu yang terdalam, ada berjuta rasa kecewa, takut, marah, dan lelah.
Aku [sungguh] kasihan sama kamu...
*Dan rasaku untukmu sudah mulai mendekati darat lagi... sudah dalam proses menuju kenormalan...
Label:
cinta teman,
kecamuk,
love,
mutiara cinta,
persepsi
Kamis, 07 Oktober 2010
Cinta [A Note by My Super Brother]
Artikel ini diposkan tahun lalu oleh seseorang yang saya anggap sebagai 'kakak super' saya... Jujur, pertama kali membacanya, hati saya diguncang cemburu... Namun, sekarang saya bisa membacanya dengan tenang, dan fokus pada maknanya yang lebih dalam...
well, i just post it here for scrapping it... keeping it on my memories...
Cinta
Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.~ Mahatma Ghandi
Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.
Ada 2 titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu menyapa air mata yg satu lagi,” Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?”. Jawab titis air mata kedua tu,” Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu sahaja.”
Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.
Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.
Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.
Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat -Hamka
Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.
Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahawa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus membiarkannya pergi.
Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping.
Dan hanya dengan mendengar kata “Hai” darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.
Tuhan ciptakan 100 bahagian kasih sayang. 99 disimpan disisinya dan hanya 1 bahagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bahagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya kerana takut anaknya terpijak.
Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehinggalah kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesalan karena perginya tanpa berpatah lagi.
Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya.
Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !
Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.
Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.~ Hamka
Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengubati segala luka di hati orang yang mendengarnya.
Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya
Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.
Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.
Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.
Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan.
well, i just post it here for scrapping it... keeping it on my memories...
Label:
copas,
kecamuk,
love,
mutiara cinta
Rabu, 08 September 2010
Kecewaku Padamu, Wahai Teladan-teladanku!!!
Jutaan detik tlah berlalu sejak hari bahagia kalian
Sejak kalian tersenyum di balut kostum wisuda nan gagah
Dan kini kuurai kata-kata ini dengan kecewa membuncah
Tahukah kalian?
Semenjak hari itu, sekolah kita tak pernah sama
Tak sama, karena tak lagi kujumpa semangat kalian
Tak lagi kujumpa teladan kalian di dalamnya
Tak lagi kutemui motivasi-motivasi di pribadi senior
Namun apa lakumu di luar sana??!!
Kalian telah berani bermain hati dan cinta!
Kalian sudah tidak pekewuh mengumbar merah jambunya hati!
Apa kalian lupa smua pelajaran yang diberikan guru-guru kita??!!
Untuk menjaga diri dan hati saat bergaul dengan lawan jenis...
Untuk bersikap Iffah di saat belum mampu menikah...
Ingat kah kalian??!!
Kutulis kata-kata ini bukan karena ku cemburu kak!!
Sama sekali bukan itu sebabnya...
Aku hanyalah junior kalian yang kecewa akan laku kalian sekarang
Aku kehilangan orang-orang yang dulu bisa memotivasiku
Ke mana perginya kalian??
Di saat ragaku lelah dan jiwaku tak semangat,
Aku butuh kalian!!!
Tidak harus hadir raga kalian, aku hanya butuh kenangan akan kalian
Namun sayang, kenangan itu telah terkotori laku kalian sekarang
Sungguh kak, kutulis kata-kata ini karena aku sayang kalian
Ya Rabb, jadikanlah hamba ini panutan bagi adik-adik hamba...
Dan jadikanlah orang-orang yang telah kuanggap sebagai teladan itu,
Orang-orang yang selalu kau bimbing di jalan lurus, aamiin
Jumat, 30 Juli 2010
Kebenaran Logika yang Terbalik
Kawan, sungguh aneh lakunya rasa cinta yang melandaku... Nilai suatu pernyataan logika di kehidupanku menjadi terbalik: yang benar jadi salah, yang salah jadi benar. Ini contohnya:
Jika saya tidak tahu akan suatu hal dan saya tahu ada orang lain yang lebih paham akan hal tersebut, maka saya akan bertanya kepada orang itu.
Jika saya bertemu dengan orang itu, saya akan langsung menanyakan apa yang saya tidak tahu itu.
Jika saya mendapat kesempatan untuk bertemu dengan orang itu, maka saya akan bersikap profesional dan tidak salah tingkah.
Well, those are right in the right condition...
Namun, apa yang kualami berbeda. Karena orang itu, yang lebih paham akan suatu hal yang saya tak tahu, adalah orang yang telah menyuntikkan virus ke dalam ragaku. Virus, dan bukan patogen lain, yang belum ada obatnya karena manusia masih belum mampu meracik racun untuk makhluk hidup setengah mati atau mati setengah hidup itu. Bahkan hingga kini, virus itu masih sering membuatku kumat.
Anyway, pernyataan-pernyataan logika di atas menjadi bernilai salah untukku yang telah teracuni virus ini. Dan menjadi benar jika bunyi pernyataan tersebut adalah sebagai berikut:
Jika saya bertemu dengan orang itu, maka saya tidak akan terlalu banyak bicara dengannya.
Jika saya bertemu dengan orang itu, maka saya akan lupa dengan banyak hal yang ingin saya tanyakan kepadanya.
Jika saya bertemu dengan orang itu, maka saya akan jadi salah tingkah.
Jika saya tadi bertemu dengan orang itu, maka sekarang saya akan berbicara untuk diri sendiri tentang semua hal yang ingin saya katakan kepadanya tadi.
Weird, yeah...
Well, virus ini bukan sesuatu yang eksak. Bahkan hakikatnya sendiri pun tidak eksak: bisa dikatakan sebagai makhluk hidup dan bisa dikatakan sebagai benda mati. Layaknya two face. Black and white.
Ooooh, bahkan virus ini juga membuatku tidak eksak (baca: rasional). Hati lebih mendominasi otak.
Hhhhhh.... just hope it'll be a happy ending problem...
Langganan:
Postingan (Atom)

